Shalom,,
Selamat datang di blogspot gereja kami GPdI Shekinah Sanur,Bali
Alamat kami berada di Jalan.Tukad Nyali No 26 Sanur
Bila Bapak/Ibu ingin memerlukan info lebih lanjut silahkan hub : 0361-281673
MARKUS 7 : 37 : "Ia menjadikan segala-galanya baik,
WE ARE FAMILY OF GPdI SHEKINAH SANUR
EVENT CHRISTMAS COME HOHOHO...
PRAISE THE LORD HALELUYA
OURS YOUTH GPdI SHEKINAH
GPdI YOUTH THEY ARE HANDSOME AND BEAUTIFUL LOL...
Youth Worship
THIS OUR BELOVED PASTOR TITUS HADI PURNOMO
VISI GEREJA :
1.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG CINTA AKAN TUHAN
2.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG BERKARAKTER KRISTUS
3.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG MENOPANG DUNIA DI AKHIR ZAMAN4.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA
5.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG SUKA BERDOA
6.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG SUKA MEMBERI
7.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG SUKA BERSAKSI
8.MENJADI JEMAAT TUHAN YANG MENJADI TERANG BAGI LINGKUNGAN
SEKITAR
JADWAL IBADAH SEPEKAN :
SETIAP HARI DOA PAGI PKL 05.00 WITA SENIN DOA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN PKL 18.30 WITA
SELASA IBADAH GABUNGAN PRIA & WANITA PKL 18.30 WITA
KAMIS PENDALAMAN ALKITAB PKL 18.30 WITA
JUMAT IBADAH RUMAH TANGGA PKL 18.30 WITA
SABTU IBADAH YOUTH PKL 18.30 WITA
MINGGU IBADAH SEKOLAH MINGGU PKL 07.00 WITA
IBADAH RAYA I PKL 09.00 WITA
IBADAH RAYA II PKL 18.00 WITA
Apakah Sodara Tahu Siapa Jan Koum ??
Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.
Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.
Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.






